TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Yuk Belajar Mengenali Grafik dari Teknik Price Action!

Yuk Belajar Mengenali Grafik dari Teknik Price Action!

Posted by: Adi Kurniawan
Category: Business Insight

Pada artikel sebelumnya telah dibahas teknik London breakout yang merupakan salah satu teknik sederhana dan dapat digunakan oleh pemula dalam forex. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas lagi teknik sederhana lain yang dapat digunakan oleh pemula dalam forex.

Teknik tersebut dinamakan price action. Apa itu teknik price action? Bagaimana penerapan teknik price action? Nah, buat kamu yang sedang mencari teknik sederhana dalam forex, teknik ini mungkin cocok untuk kamu gunakan. Yuk simak!

Pengertian Price Action

Teknik price action merupakan  teknik dasar untuk analisis teknis modern yang pertama kali diperkenalkan oleh Charles Dow. Teknik price action adalah teknik yang dilakukan dengan cara memantau pasar dengan  melihat pola-pola grafik yang ada di pasar.  

Teknik ini biasa juga disebut teknik “naked trading” atau teknik yang tidak mengandalkan indikator yang rumit. Teknik price action hanya mengandalkan pola-pola candlestick, pola-pola harmonik, dan garis support & resistance. Namun, kamu tetap bisa menggunakan beberapa indikator sebagai bantuan untuk mengonfirmasi sinyal.

Pasar mempunyai data dalam bentuk grafik tentang pergerakan harga di pasar dalam beberapa periode tertentu. Grafik ini merupakan gambaran dari tindakan beberapa pelaku pasar, baik itu manusia, program atau robot. Nah, teknik price action inilah yang menjadikan beberapa hal tersebut sebagai indikator analisis.

Segala berita, rilis ataupun peristiwa global yang berdampak pada pasar secara langsung tercermin di pasar dalam bentuk grafik. Dengan kata lain, hanya dengan teknik price action saja, kamu sudah sekaligus dapat melihat analisis fundamental yang tergambarkan dalam bentuk grafik,

Beberapa Contoh Teknik Price Action

1. Teknik Price Action – Hammer

Pict by: Javafx

Trading price action pola hammer merupakan cendle yang terbentuk dengan formasi nilai harga penutupannya berada di atas nilai harga pembukanya, atau jauh di atas harga terendahnya. Candle ini berbentuk menyerupai palu dengan shadow dua kali lebih panjang di bawah body candlestick.

Pola ini memberikan kemungkinan sinyal bullish yang tinggi. Pola hammer menggambarkan bahwa penjual menekan pasar hingga membuat titik rendah baru. Akan tetapi, penjual tak cukup kuat untuk bertahan di bawah dan memilih keluar dari posisinya, sehingga pasar kembali naik dan memicu pembeli baru masuk ke pasar.

2. Teknik Price Action-Shooting Star

Pict by: Inbizia

Teknik price action pola shooting star merupakan kebalikan dari pola hammer. Jika pada pola hammer shadow berada di bawah body candlestick, sedangkan pada shooting star, shadow berada di atas body candlestick.

Pola ini memberikan sinyal kemungkinan bearish yang tinggi. Pola shooting star menggambarkan  bahwa pembeli sedang memompa market hingga membuat titik tertinggi baru. Tapi momen tak cukup kuat untuk bertahan dan pembeli memilih untuk keluar dari posisi, sehingga membuat pasar jatuh dan memicu penjual masuk ke dalam pasar.

3. Price Action – Harami

Pict by: Forex Indonesia

Price action dengan pola harami umumnya ditandai dengan bentuk dua candle yang berbeda, yaitu terdapat satu candle kecil di depan candle yang lebih besar seolah candle kecil tersebut merupakan “perut hamil” candle besar yang berada di belakangnya. Harami sendiri merupakan kata dari bahasa jepang yang memiliki arti ‘hamil’.

Pola harami merupakan gambaran adanya potensi pembalikan tren. Terdapat dua kondisi harami, yaitu bullish harami dan bearish harami. Bullish harami adalah pola pembalikan yang muncul di bagian bawah tren turun. Pola ini terbentuk dari candle bearish dengan body besar, di depannya terdapat candle bullish dengan body kecil yang seakan merupakan “perut si candle bearish”

Sedangkan bearish harami adalah kebalikan dari bullish harami. Bearish harami adalah pola pembalikan yang muncul di puncak tren naik. Pola ini terbentuk dari candle bullish dengan body besar, di depannya terdapat candle bearish dengan body kecil yang seakan merupakan “perut si candle bullish”

Nah, itulah penjelasan mengenai teknik price action. Strategi ini terbilang cukup mudah karena tidak membutuhkan indikator-indikator yang rumit. Akan tetapi, tentunya setiap trader yang menggunakan teknik price action memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap market, sehingga strategi ini sangat subjektif.

Analisis trader yang satu dengan yang lain bisa berbeda dan tentunya tidak ada jaminan mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan strategi ini dapat dibantu dengan indikator dasar moving average.

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lain seputar trading, kamu dapat bergabung dengan forum traderhub. Di forum traderhub, kamu dapat berdiskusi dengan para trader lain. Selain itu, kamu juga dapat belajar dan melihat analisis-analisis trading dari para analis internasional. Yuk klik di sini!

Author: Adi Kurniawan

Leave a Reply

2 × five =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.