TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Yuk Belajar Candlestick!

Yuk Belajar Candlestick!

Posted by: Novi R
Category: Business Insight

Ada banyak cara untuk membaca pasar trading. Salah satu metode yang sering dipakai adalah metode candlestick yang telah ditemukan antara abad ke 18 dan 19 oleh salah satu pedagang beras di Jepang yang mencatat bagaimana pergerakan pasar berdasarkan supply and demand.

Dengan menguasai metode candlestick akan sangat membantumu untuk membaca pasar. Lalu, bagaimana caranya?

Anatomi Candlestick

photo by freepik

Secara umum, candlestick berbentuk persegi panjang dengan dua sumbu di atas dan bawah. Bentuk persegi panjang inilah yang biasa disebut dengan body. Biasanya ada body yang panjang dan pendek. Untuk body panjang berarti tekanan untuk membeli sangat tinggi. Sedangkan untuk body yang pendek berarti fluktuasi harga pasar sedang rendah.

Selain bentuk, warna adalah indikator lain yang dapat kamu baca pada grafik candlestick. Biasanya warna yang digunakan yaitu hijau/putih dan merah/hitam. Ketika pasar sedang bullish, maka bentuk body akan menjadi hijau/putih. Sedangkan ketika market sedang bearish, maka body akan berwarna merah/hitam.  

Salah satu anatomi dalam candlestick yang lain adalah sumbu. Ada sumbu panjang dan pendek. Semakin panjang sumbu yang ada, maka volatilitas pasar semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, sumbu pendek berarti volatilitas pasar yang rendah.

Pola Candlestick

photo by freepik

Kondisi pasar yang terus berubah dan dipengaruhi oleh banyak faktor, maka pola candlestick yang terbentuk menjadi sangat banyak. Jika kamu dapat menghafalkan pola yang ada, maka kamu dapat mengerti perubahan pasar secara lebih cepat dan memahami analisa teknikal dengan lebih baik. 

Menurut Investopedia, pola yang paling kuat adalah three line strikes, two block gapping, three black crows, evening star, dan abandoned baby. Lima pola ini dianggap pola terkuat karena dihitung dan biasa digunakan oleh hedge fund managers. Sehingga dengan kalkulasi dan algoritma yang tepat, mereka dapat mendapatkan banyak profit.

Cara Membaca Candlestick

photo by freepik

Untuk membaca candlestick, tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu semalam. Perlu adanya literatur yang lebih komprehensif dan terpercaya agar kamu dapat memprediksi pola yang akan terjadi sehingga kamu tidak terlambat untuk ambil posisi.

Selain itu, ketika candlestick sedang terbentuk, tunggulah hingga benar-benar terbentuk karena bentuk yang belum final bisa saja berubah setiap detik, dari putih jadi hitam. Selalu ingat untuk membaca grafik candlestick sebelumnya karena hanya dengan satu candlestick tidak dapat digunakan untuk mengambil keputusan tanpa membaca grafik sebelumnya. Dengan melihat grafik sebelumnya kamu akan mengetahui volatilitas pasar dengan lebih tepat. 

Keuntungan Candlestick

photo by freepik

Menurut Investopedia, dengan candlestick kamu tidak hanya dapat membaca pergerakan pasar namun dapat mengetahui emosi pasar yang tidak ditangkap oleh chart garis ala barat. Emosi yang dimaksud adalah open, close, low, high, dan pergerakan pasar.

Selain insight yang lebih beragam, candlestick juga memiliki visualisasi yang lebih menarik karena penggunaan warna yang berbeda. Penggunaan kode warna ini juga akan memudahkan investor untuk mengerti keadaan pasar lebih cepat. 

Selain itu, kamu dapat mengatur interval waktu dalam candlestick. Misalnya kamu bisa atur waktu pergerakan pasar setiap 5 menit sekali, maka candlestick yang terbentuk akan berdasarkan waktu setiap 5 menit.

Jika kamu ingin belajar lebih jauh, kamu dapat membuka akun demo di sini atau kamu bisa juga bergabung dengan forum kami yang selalu update dengan pasar trading selama 24/7. Jangan lupa untuk upgrade menjadi member VIP agar kamu bisa mengakses sinyal-sinyal dari guru internasional kami yang telah berpengalaman lebih dari puluhan tahun.

Author: Novi R

Leave a Reply

13 − 10 =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.