TraderHUB

Tips Menghindari Yoyo Trading

Share This Post

Apakah Anda mengetahui permainan yoyo? Beberapa dari kita tentunya tak asing dengan permainan ini. Permainan ini dimainkan dengan seutas tali dengan cara melemparnya lalu menangkapnya kembali, sehingga yoyo tersebut bergerak naik dan turun. Namun, tahukah Anda, bahwa dalam dunia trading, terdapat istilah yang mengambil dari permainan yoyo ini? Istilah tersebut disebut yoyo trading. Apa itu yoyo trading? Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel di bawah ini!

Apa Itu Yoyo Trading?

Seperti cara kerja permainan yoyo yang naik turun, yoyo trading merupakan siklus dalam transaksi trading yang menghasilkan keuntungan (naik) dalam jangka waktu tertentu, akan tetapi berubah menjadi kerugian (turun) karena kecerobohan atau kepercayaan diri yang terlalu berlebihan.  

Dalam trading, pasang surut seperti ini sangat umum terjadi. Beberapa trader terkadang terlalu terlena dengan keuntungan yang mereka dapatkan di pasar, sehingga mereka mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan rencana trading mereka. Hal ini akan menyebabkan keuntungan yang sudah didapat berubah menjadi kerugian.

Begitu pun jika trader sedang menderita kerugian. Pada saat sedang menderita kerugian, seorang trader pastinya akan berusaha untuk introspeksi dan melakukan berbagai hal untuk bangkit ke performa terbaik mereka.

Namun sayangnya, banyak trader ketika sudah mulai bangkit dari keterpurukan, mereka mengulang kesalahan yang sama, yaitu tidak menjalankan trading dengan disiplin dan tidak dapat mengendalikan diri mereka, sehingga mereka kembali pada kondisi terpuruknya bahkan bisa lebih parah lagi.

Dengan kata lain, ketika trader mencapai tingkat kesuksesan yang tinggi, mereka tidak cukup puas dan selalu ingin lebih, sehingga mereka mungkin akan jatuh kembali pada kondisi terpuruk (loss) karena kesalahannya sendiri dan biasanya trader akan menyadari kesalahannya ketika berada pada kondisi loss.

Jika Anda sedang dalam posisi ini, yuk ketahui cara atau tips menghindari Yoyo trading berikut ini!

Hindari Recency Bias

Recency bias merupakan penyakit trading ketika trader dipengaruhi oleh hasil trading terakhir yang mereka jalankan, sehingga mereka menjalankan trading berikutnya dengan tidak objektif. Psikologi mereka telah tercemar dengan posisi terakhir yang mereka dapat, baik untung maupun rugi. Kondisi ini akan menjadi masalah jika kinerja trading berikutnya dipengaruhi oleh perasaan terhadap transaksi profit/loss yang baru dialami sebelumnya.

Untuk mengatasi ini pada dasarnya sangat mudah jika hanya diniatkan, namun sulit untuk dipraktikkan. Masalah ini dapat diatasi jika Anda benar-benar ingin serius untuk disiplin menjalankan trading. Anda dapat membuat jurnal trading yang di dalamnya terdapat rencana dalam berbagai opsi, sehingga jika salah satu opsi tidak dapat tercapai, Anda dapat menggunakan opsi yang lain.

Anda juga dapat menuliskan langkah apa saja yang harus dilakukan jika semuanya tidak berjalan rencana. Bukan suatu hal yang salah jika Anda menuliskan untuk berhenti trading pada hari itu jika rencana Anda semuanya gagal. Memutuskan berhenti trading dan melanjutkannya esok hari adalah langkah yang bijak agar psikologi Anda tidak terganggu pada transaksi berikutnya.  

Hindari Percaya Diri yang Berlebihan

Sikap percaya diri pada dasarnya merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang trader. Namun, Anda juga harus tetap mawas diri. Jangan sampai kepercayaan diri Anda menjadi berlebihan, sehingga timbul sikap meremehkan pasar.

Jika sudah seperti itu, trading yang Anda lakukan bisa saja menjadi kurang objektif dan akhirnya gagal. Jika sudah gagal, umumnya trader akan menjadi depresi karena kepercayaan diri yang mereka miliki di awal terlalu tinggi, sehingga mereka tidak percaya bahwa strategi yang selalu untung selama ini menyebabkan kerugian.

Perlu diketahui bahwa pasar sangat dinamis dan banyak faktor yang mempengaruhi pergerakannya. Begitu seorang trader menjadi terlalu percaya diri dan merasa tidak terkalahkan, dia terpacu untuk sering masuk ke pasar. Efeknya, trader berpotensi melakukan Ovetrade dan melanggar rencana tradingnya sendiri. Kondisi ini tentunya tidak akan baik dan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan Terlena dengan Angka

Cara berikutnya untuk menghindari trading Yoyo adalah sebaiknya Anda jangan terlalu terlena dengan angka pada metatrader Anda. Perlu diketahui, bahwa profit yang sedang volatil belum benar-benar menjadi milik Anda jika Anda belum menutup posisinya.

Oleh karena itu, jangan pernah menunda-nunda tutup posisi jika trading Anda telah mencapai target yang direncanakan. Memasang take profit atau menjalankan strategi trailing stop merupakan suatu kebijaksanaan.

Selain itu, pastikan bahwa Anda tidak menggantungkan harga diri pada saldo akun Anda. Jika Anda merasa bahwa besar nilai di akun Anda adalah sebuah piala, maka yang tercipta adalah lingkungan yang penuh tekanan. Akibatnya, psikologi trading menjadi terganggu dan sulit untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan Plan.

Berpikirlah secara akumulasi bukan berdasarkan hasil pada satu hari. Sebagai contoh, trading Anda mungkin hari ini mengalami loss. Namun, jika dihitung secara akumulasi dalam waktu sebulan, trading Anda masih mengalami keuntungan. Nah, oleh karena itu, jangan terlalu terpaku dengan angka-angka yang dapat menyebabkan Anda terlena atau tertekan.

Nah, itulah beberapa informasi menghindari yoyo trading yang tentunya dapat menambah wawasan Anda dalam trading. Jika Anda masih kesulitan mengatasi penyakit ini, jangan khawatir Segera konsultasikan dengan para profesional TraderHUB. Para profesional kami akan selalu siap memberikan bimbingan dan edukasi dengan sepenuh hati.

Dengan berinvestasi bersama kami, Anda juga berkesempatan mendapatkan berita pasar terupdate dan sinyal trading harian dari para analis internasional. Untuk itu, tunggu apalagi? Segera berinvestasi bersama kami sekarang! Untuk buka akun, silakan klik di sini.

More To Explore