TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Teknik Trading Gerilya, Serupa Tapi Tak Sama Dengan Scalping

Teknik Trading Gerilya, Serupa Tapi Tak Sama Dengan Scalping

Posted by: Adi Kurniawan
Category: Business Insight

Dalam dunia trading, terdapat banyak sekali teknik yang dapat digunakan trader untuk meraih potensi keuntungan dari pergerakan pasar. Salah satu teknik yang sering digunakan oleh trader untuk memanfaatkan pergerakan pasar untuk memeroleh keuntungan adalah teknik trading gerilya.

Teknik trading gerilya hampir sama dengan teknik scalping, namun teknik gerilya memiliki jangka waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan scalping. Sebenarnya apa itu teknik gerilya? Bagaimana karakteristik teknik ini? Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut ini!

Mengenal Teknik Trading Gerilya

Kata gerilya sering kali dikaitkan dengan konteks pertempuran atau lebih spesifik disebut dengan perang yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tiba-tiba. Biasanya, prajurit yang dikerahkan untuk perang gerilya tidak berjumlah banyak, melainkan hanya berjumlah sedikit namun dengan kemampuan-kemampuan yang sudah terlatih.

Konsep gerilya juga terdapat dalam trading. Trading gerilya merupakan teknik yang mengandalkan keluar dan masuk pasar secara cepat untuk memeroleh keuntungan dengan waktu yang singkat. Umumnya, trader yang menggunakan teknik ini agar dapat mengatur risiko seminim mungkin.

Dengan kata lain, teknik trading gerilya ini menggunakan time frame yang sangat pendek, bahkan lebih pendek dari teknik scalping. Seorang trader yang menggunakan teknik ini biasanya akan melakukan transaksi di pasar  berulang kali dalam satu sesi trading. Trader yang menggunakan teknik ini sangat jarang menahan posisi dalam beberapa menit.

Teknik ini sangat cocok digunakan oleh trader yang berani untuk menggunakan leverage tinggi. Hal tersebut dikarenakan trader hanya mengandalkan pergerakan-pergerakan harga yang kecil. Selain itu, penting juga untuk memilih broker yang memiliki spread rendah. Terlebih, teknik ini cocok digunakan pada pair yang memiliki likuiditas tinggi.

Karakteristik Teknik Trading Gerilya

Sesuai dengan kegunaannya, trading gerilya merupakan teknik yang memanfaatkan pergerakan harga di pasar dengan membuka posisi yang banyak untuk memeroleh keuntungan dalam waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, teknik ini memiliki karakteristik yang harus diperhatikan oleh trader, antara lain:

1.   Semakin Lama Menahan Posisi, Semakin Besar Risikonya

Kerugian bisa terjadi oleh siapa saja dan dengan menggunakan teknik apa saja, bahkan bisa terjadi pada trader profesional. Untuk meminimalisir risiko kerugian ketika menggunakan teknik ini adalah jangan menahan posisi terlalu lama.  

Sebaiknya segera tutup posisi ketika sudah floating profit untuk mengantisipasi hilangnya keuntungan atau segera tutup posisi ketika sudah mengalami rugi untuk mengantisipasi kerugian semakin besar.

Trader gerilya akan mengantisipasi hal tersebut dengan menahan posisi tidak melebihi jangka waktu beberapa menit. Pasalnya, jika sudah terlanjur menerapkan teknik trading gerilya, dan waktu yang dihabiskan pada satu sesi trading terlalu lama, maka risikonya juga akan lebih besar.  

2.   Keuntungan Kecil, Kerugian Kecil

Seorang trader gerilya biasanya sudah puas dengan profit 10 – 20 pips saja per satu transaksi. Target tersebut lebih kecil dari teknik scalping yang umumnya menargetkan profit di kisaran 25 – 50 pips.

3.   Membuka Banyak Posisi Jelang Rilis Berita

Menjelang rilis berita, biasanya pasar akan bergerak sangat volatil. Hal ini sudah umum terjadi ketika ada data ekonomi penting yang dirilis, seperti Non-Farm Payroll, Interest Rate, CPI, dan lain sebagainya. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh para trader gerilya untuk meraih profit lebih cepat. Mereka akan membuka kurang lebih 20 sampai 25 posisi sekaligus saat situasinya kondusif.

4.   Memanfaatkan Spread Rendah

Trading gerilya mengandalkan keluar-masuk pasar secara cepat. Oleh karena itu, teknik ini sebaiknya digunakan dengan broker yang memiliki spread rendah. Dengan begitu, trader tidak perlu khawatir dengan biaya spread.

5.   Saat Pasar Terlalu Fluktuatif, Tunggu dan Pantau Pasar Terlebih Dahulu

Terkadang dalam kondisi tertentu, harga akan bergerak terlalu fluktuatif sehingga sulit sekali untuk memprediksi titik entry yang tepat. Teknik trading gerilya sangat memperhitungkan secara matang berbagi potensi risiko yang bisa terjadi.

Pada saat kondisi pasar sangat fluktuatif, risiko rugi pun semakin meningkat. Oleh karena itu, sebaiknya tunggulah dan pantau pasar terlebih dahulu sampai tiba momen yang tepat sebelum memutuskan untuk masuk ke pasar. Trader tipe ini akan kembali melancarkan aksinya saat pasar sudah tenang dan pergerakan harga lebih mudah diidentifikasi.

Nah, itulah pembahasan mengenai teknik gerilya yang mungkin dapat kamu manfaatkan untuk memeroleh keuntungan di pasar. Perlu diketahui, bahwa setiap trader memiliki gaya tradingnya masing-masing. Teknik di atas belum tentu sesuai dengan gaya atau kepribadianmu. Untuk itu, tetaplah terapkan manajemen risiko dengan baik. Yuk terus semangat!

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lain seputar trading, kamu dapat bergabung dengan forum traderhub. Di forum traderhub, kamu dapat berdiskusi dengan trader lainnya. Selain itu, kamu juga dapat belajar dan melihat analisis trading dari para analis internasional. Yuk klik di sini!

Author: Adi Kurniawan

Leave a Reply

fifteen + 20 =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.