TraderHUB

Tak Lagi Sekedar Menikmati Kopi, Kini Anda dapat Meraup Untung dari Starbucks

Share This Post

Siapa yang tak kenal Starbucks? Perusahaan satu ini nampaknya merupakan perusahaan yang sangat familiar di berbagai kalangan. Cita rasa yang kuat dari Caramel Macchiato membuat siapa saja yang meminumnya akan selalu terbayang-bayang pada lidah mereka

Starbucks merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 20.336 kedai di 61 negara, yaitu meliputi 13.123 di Amerika Serikat, 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Tiongkok, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, 164 di Thailand dan 326 di Indonesia.

Tentunya kesuksesan kedai kopi terbesar di dunia ini dilalui sejarah yang cukup panjang. Sebagai kilas balik, Starbucks didirikan oleh tiga orang sekawan, yaitu Jerry Baldwin (guru bahasa inggris), Zev Siegl (guru sejarah), dan Gordon Bowker (penulis).

Pada tahun 1992, Howard Schultz membeli seluruh saham Starbucks dan menjadi pimpinan dari Starbucks Corporation. Howard melahirkan inovasi dan mengubah konsep Starbucks. Ia berupaya untuk tidak hanya sekadar menjual kopi, tapi juga membuat kafe yang nyaman agar pengunjungnya betah duduk berjam-jam di sana. 

Konsep ini Howard pelajari saat belajar membuat resep kopi di Italia. Seiring berjalannya waktu, inovasi ini pun terbayar manis. Produk kopi starbucks semakin banyak disukai oleh masyarakat. Di bawah pengawasan Howard Schultz dan dengan menggunakan strateginya yang sangat cermat, Starbucks mampu memperluas jangkauan perusahaannya dengan membuka 165 toko di Amerika Serikat pada tahun 1992.

Hingga kini, Starbucks telah melanglang buana di berbagai belahan dunia. Hampir di setiap negara kita dapat melihat cabang-cabang dari perusahaan ini. Dengan lebih dari 17 ribu gerai di seluruh dunia, Starbucks benar-benar telah menjadi perusahaan raksasa multinasional dalam kurang dari 40 tahun. 

Meskipun telah sukses, Howard tetap memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Starbucks dikenal sebagai perusahaan yang memberikan jaminan kesehatan yang sangat besar kepada para karyawannya.

Saham Starbucks Corp.

Beberapa bulan belakangan ini, saham Starbucks mengalami penurunan. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Pandemi covid-19 menjadi faktor terkuat dari penurunan saham perusahaan raksasa kopi ini. Pandemi telah membuat ketertarikan kopi dari para konsumen terhambat, sehingga mereka terhalang dan harus menahan hasrat untuk bersantai sembari menikmati kopi di Starbucks.  

Penjualan Starbucks turun 5 persen pada kuartal yang berakhir 27 Desember 2020. Kinerja ini lebih buruk dari perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan 3,4 persen. Terlebih, Penjualan juga turun 6 persen untuk wilayah Amerika. Angka Ini juga lebih buruk dibandingkan proyeksi analis, yakni penurunan 5,2 persen.

Penurunan penjualan ini menyebabkan saham Starbucks ikut mengalami penurunan. Namun, di China, penjualan justru mengalami peningkatan sebesar 5 persen. Hal ini dikarenakan di China, kasus covid-19 berangsur pulih dan para pecinta kopi starbucks kini telah diperbolehkan untuk melepas rindunya dalam secangkir kopinya.

Meskipun begitu, saham Starbucks dinilai masih merupakan favorit investor jangka panjang. Saham Starbucks telah terbukti memberikan imbal hasil yang fantastis selama 10 tahun ke belakang, yaitu mengalami kenaikan sebesar 577%.

Jumlah transaksi pelanggan Starbucks memang mengalami penurunan pada kuartal I 2021, namun rata-rata nilainya masih lebih tinggi dibandingkan dengan banyak perusahaan lain. Perusahaan ini masih dapat bertahan kuat di tengah pandemi. Terlebih, layanan drive-thru dan pemesanan lewat seluler juga masih dapat mendorong pertumbuhan Starbucks di tengah pandemi ini.

Selain itu, optimistis terhadap perusahaan ini juga diperkuat karena CEO Starbucks Patrick Grismer berniat untuk menjangkau sekitar 55 ribu toko di 100 negara pada tahun 2030. Hal tersebut membuktikan bahwa perusahaan ini akan terus berkembang dari tahun ke tahun dalam kondisi apapun.

Dari 1000 lebih toko baru yang direncanakan dibuka pada tahun 2021 ini, 600 diantaranya akan dibuka di Tiongkok. Hal ini disinyalir juga akan mendorong pertumbuhan di masa yang akan datang.

Pandemi ini diprediksi hanya merupakan efek sesaat yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan ini. Di tahun 2021 ini tampaknya akan menjadi tahun spesial bagi pertumbuhan Starbucks, mengingat pembangunan sejumlah besar toko baru yang akan terus digencarkan selama 10 tahun ke depan.

Saham Turun Bisa Untung! Bagaimana Caranya?

Siapa sih yang tak ingin minum kopi sambil dapat cuan? Semua orang tentu pasti menginginkannya. Tapi perlu diingat untuk tetap di rumah saja ya! Nikmati saja dulu cuannya, setelah itu baru nikmati kopinya atau delivery juga bisa kok!

Nah, Anda dapat mencari keuntungan dari penurunan harga saham starbucks ini loh!

“loh kan harga sahamnya turun, kok bisa untung?”

Hal tersebut dikarenakan kami menyediakan untuk Anda yang ingin berinvestasi bersama kami di saham Starbucks menggunakan Contracts for Difference (CFD).

Contracts for Difference (CFD) ini memiliki banyak sekali keuntungan. Contracts for Difference (CFD) memungkinkan Anda untuk mendapatkan potensi keuntungan dua arah, baik ketika harga sedang mengalami kenaikan, maupun ketika harga sedang mengalami penurunan.

Jadi, Anda tetap bisa mendapatkan peluang keuntungan dari penurunan atau kenaikan harga saham Starbucks! Dengan adanya keuntungan dua arah ini, Anda dapat menjadikan CFD ini sebagai sarana lindung nilai.

Selain itu, dalam CFD juga terdapat sistem leverage yang memungkinkan Anda untuk bertransaksi dengan potensi keuntungan yang lebih besar dari modal yang Anda miliki.

Tak hanya itu saja, Kami juga memiliki para konsultan profesional yang siap memberikan bimbingan, serta analis internasional yang siap memberikan pelatihan dan analisis-analisis pasar. Yuk mulai trading saham Starbucks bersama kami! Tentukan jalan kesuksesan Anda bersama kami sekarang!

More To Explore