TraderHUB

Saham Bank Investasi Goldman Sachs Kokoh di Tengah Pandemi, Tujuan Tepat Berinvestasi?

Share This Post

The Goldman Sachs Group, Inc. merupakan bank di Amerika Serikat yang didirikan oleh Marcus Goldman pada tahun 1869. Goldman Sachs memiliki reputasi sebagai salah satu bank investasi utama di dunia yang kliennya terdiri dari pemerintah, perorangan dan korporasi. Bank ini telah beroperasi di lebih dari 30 negara

Perusahaan ini termasuk pedagang besar dalam obligasi pemerintah Amerika dan sejak 1906 telah mencatatkan IPO untuk beberapa perusahaan yang berbeda. Bahkan, pada tahun 2013, The Goldman Sachs Group masuk dalam daftar Fortune 500, yaitu sebuah daftar peringkat perusahaan berdasarkan pendapatan kotornya yang dibuat oleh majalah Fortune setiap tahun.

The Goldman Sachs Group berada dalam peringkat 74 dengan pendapatan sekitar $40.874 juta, keuntungan sebesar $8.040 juta, dan total aset sebesar $911.507 juta. Pada tahun 2013, Goldman Sachs Group fokus sebagai sebuah bank dan manajer investasi. Segmennya antara lain bank investasi, manajemen investasi, manajemen aset, dan layanan sekuritas.

Goldman Sachs perlahan-lahan membangun kualitasnya sejak didirikan. Sejak awal 1990-an hingga saat ini, perusahaan ini secara konsisten memecahkan rekor profitabilitas setiap tahun. Kesuksesan perusahaan ini pun tak instan, akan tetapi dilalui sejarah yang cukup panjang.

Pada tahun 2008-2012 terjadi krisis hipotek yang menimbulkan resesi. Namun, Goldman Sachs berhasil pulih dan pendapatannya kembali stabil. Sejarah panjangnya menunjukkan bahwa Goldman Sachs mampu menghasilkan keuntungan dalam situasi apa pun. Para analis mengatakan bahwa Goldman adalah pilihan yang baik untuk para investor yang mencari peluang investasi jangka panjang.

Hingga saat ini, keberadaan bank ini cukup diperhitungkan dunia. Analisis pasar oleh para profesional di dalamnya kerap menjadi acuan para investor. Terlebih, langkah bank manajemen investasi ini sering kali diikuti oleh para investor dalam pengambilan keputusan investasi.

Saham Goldman Sachs

Tak perlu diragukan lagi, saham bank manajemen investasi ini menjadi favorit incaran para investor. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, melainkan karena perusahaan ini dikenal dengan pertumbuhannya dan perhitungan-perhitungan yang kuat dari para analis di dalamnya.

Dari tahun ke tahun, saham Goldman Sachs mengalami kenaikan yang relatif signifikan. Terlebih, sahamnya mampu bertahan di situasi pandemi sekarang ini. Goldman Sachs, mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi para analis dengan rekor laba per saham dan pendapatan di kuartal pertama tahun ini yang fantastis. Kinerjanya ditoreh dari bisnis perantara perdagangan efek (saham dan obligasi) dan bank investasi.

Pada Rabu (14/4/2021), laba per saham (per share earnings) Goldman Sachs mencatatkan jumlah senilai US$ 18,60 atau Rp 272.000 (kurs Rp 14.600/US$). Torehan ini mengalahkan estimasi analis yang disurvei oleh Refinitiv, yaitu sebesar US$ 10,22 (Rp 149.000). Jumlah laba per saham itu juga meroket 498% dari periode yang sama setahun lalu.

Sementara itu, pendapatan Goldman mencapai US$ 17,7 miliar atau setara dengan Rp 258 triliun, melampaui ekspektasi sebesar US$ 12,6 miliar atau Rp 184 triliun. Sementara total pendapatan dari bisnis perbankan investasi mencapai US$ 3,77 miliar atau setara Rp 55,1 triliun.

Dilansir dari CNBC Internasional, pendapatan Goldman dari instrumen pendapatan tetap atau fixed income (obligasi) sebesar US$ 3,89 miliar atau Rp 56,8 triliun dan perdagangan broker saham (ekuitas) US$ 3,69 miliar atau Rp 53,9 triliun.

Saham bank yang berbasis di New York ini naik 1,5% setelah rilis laporan keuangan yang menunjukkan bahwa pendapatan kuartal pertama Goldman Sachs meroket lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun (year on year/yoy).

“Kami telah bekerja keras bersama klien kami di tengah pandemi dan lingkungan ekonomi yang mulai lebih stabil. Bisnis kami tetap pada posisi yang sangat baik untuk membantu klien kami mereposisi upaya pemulihan, dan kekuatan itu tercermin dalam rekor pendapatan kami dan total pendapatan yang kami capai di kuartal ini”, kata CEO David Solomon yang dikutip dari CNBC International, Kamis (15/4/2021).

Sektor keuangan diprediksi akan terus memberikan kinerja terbaik di kuartal pertama hingga beberapa tahun berikutnya. Hal ini didorong dengan pembuktian pendapatan yang dihasilkan, bahkan ketika Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu dekat.

Bagaimana Cara Trading Saham Goldman Sachs?

“Duh jadi ingin investasi di saham Goldman Sachs agar dapat kebagian profit dari kesuksesannya di tahun ini. Tapi bingung mau investasi dimana”

Sekarang tak perlu khawatir lagi! TraderHUB menyediakan untuk Anda yang ingin trading saham-saham internasional loh, termasuk Goldman Sachs!

Anda dapat mulai investasi saham Goldman Sachs bersama kami dengan Contracts for Difference (CFD) yang memiliki banyak sekali keunggulan. Tentunya, Contracts for DIfference (CFD) ini berpatokan langsung dengan pergerakan harga saham Goldman Sachs.

“Tapi saya takut kalau harganya sudah tinggi dan suatu saat nanti mengalami penurunan”

Tenang saja! Dengan adanya Contracts for Difference (CFD) memungkinkan Anda untuk mendapatkan potensi keuntungan dua arah, baik ketika harga sedang mengalami kenaikan, maupun ketika harga sedang mengalami penurunan.

Dengan adanya keuntungan dua arah, Anda dapat menjadikan CFD ini sebagai sarana lindung nilai. Selain itu, dalam CFD juga terdapat sistem leverage yang memungkinkan Anda untuk bertransaksi dengan potensi keuntungan yang lebih besar dari modal yang Anda miliki.

Tak hanya itu saja, kami juga memiliki para konsultan profesional yang siap memberikan bimbingan, serta analis internasional yang siap memberikan pelatihan dan analisis-analisis pasar. Yuk mulai trading saham Goldman Sachs bersama kami! Tentukan jalan kesuksesan Anda bersama kami sekarang!

Sumber foto: Javafx

More To Explore