TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Pentingnya Hedge Fund Manager dalam Sebuah Perusahaan

Pentingnya Hedge Fund Manager dalam Sebuah Perusahaan

Posted by: Novi R
Category: Business Insight

Setiap bisnis, tentu ingin mendapatkan profit yang meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya, pergerakan pasar yang dinamis dan susah ditebak membuat setiap perusahaan harus memiliki rencana-rencana cadangan agar valuasi perusahaan tidak turun.

Untuk perusahaan-perusahaan besar, biasanya mereka akan memiliki departemen khusus untuk menghindari kerugian perusahaan. Departemen ini biasanya disebut Hedge Fund atau departemen manajemen risiko.

Apakah itu?

Mengenal Tentang Hedge Fund

Sebuah departemen manajemen risiko akan dipimpin oleh seorang manajer yang biasa disebut Hedge Fund Manager (HFM). Hedge fund merupakan dana yang harus dikelola untuk mengurangi risiko/inflasi yang dipengaruhi oleh perekonomian global. 

Seorang Hedge Fund Manager memiliki peran yang besar pada kesehatan keuangan sebuah perusahaan dengan melakukan investasi, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Apabila salah langkah dalam berinvestasi, maka kerugian yang ditimbulkan sangatlah besar.

Ketika pandemi mulai merebak, peran hedge fund manager semakin besar karena valuasi perusahaan sangat dipertaruhkan sedangkan sales mulai berkurang secara drastis. Ketika perekonomian lesu, HFM harus segera menyusun strategi agar perusahaan tetap floating dan menghindari kerugian yang lebih besar.

Skill HFM

photo by pixabay

Salah satu skill yang utama untuk menjadi HFM adalah akuntansi dan keuangan. Skill ini biasanya didukung dengan background pendidikan S1 seperti akuntansi atau matematika. Selain itu, seorang HFM juga perlu mengerti tentang berbagai instrumen investasi dan strategi-strategi investasi yang actionable dengan risiko seminimal mungkin. 

Seorang HFM, juga harus memiliki kemampuan berpikir analitik yang kuat. Kemampuan ini akan sangat membantu dalam pekerjaan seperti analisis pasar dan melihat peluang-peluang yang sekiranya dapat menguntungkan investasi.

Selain itu, skill komunikasi juga tidak kalah penting. Dalam kesehariannya, seorang HFM akan berinteraksi langsung dengan pejabat-pejabat penting dari perusahaan untuk menjelaskan keputusan dan temuan pasar untuk berinvestasi. Skill komunikasi juga penting untuk bekerja pada departemen risiko karena dalam sebuah departemen HFM tidak hanya bekerja seorang diri melainkan dengan orang lain.

Investasi derivatif sebagai asset management 

Photo by pixabay

Angka kerugian kasus Jiwasraya yang gagal bayar pada nasabahnya mencapai Rp 16.8T. Salah satu cara untuk menutup kerugian yang ada, pihak Jiwasraya mengumpulkan seluruh aset yang dimiliki perusahaan untuk segera dijual. Sayangnya, aset yang mereka miliki berupa tanah dan bangunan yang likuiditasnya rendah.

Investasi yang baik adalah investasi dengan likuiditas yang tinggi. Likuiditas tinggi maksudnya merupakan investasi yang bisa ‘dicairkan’ kapan saja. Sedangkan instrumen investasi berupa bangunan dan tanah memiliki likuiditas yang rendah dan memiliki resiko tinggi ketika harga properti mulai bubble

Memilih investasi derivatif seperti emas, forex ataupun index, memiliki nilai likuiditas tinggi dan cepat. Selain dapat dicairkan kapan saja dalam waktu cepat, melalui investasi derivatif kita juga bisa memprediksi profit yang cepat pula karena pergerakan pasar yang dinamis.


Big journeys begin small steps. Menjadi seorang HFM tidaklah mudah dan butuh waktu bertahun-tahun untuk menjadi seorang HFM tapi kamu bisa memulai dengan mengikuti seminar True Market Trading Experience (TMTE) dari PT. Mentari Mulia Berjangka.

Author: Novi R

Leave a Reply

twenty − two =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.