TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Merencanakan Dana Pensiun

Merencanakan Dana Pensiun

Posted by: Novi R
Category: Business Insight, Lifestyle

Setiap orang yang bekerja akan mengalami masa pensiun. Masa pensiun setiap individu berbeda berdasarkan sektor pekerjaannya, perusahaannya, dan waktunya. Rata-rata perusahaan swasta memberlakukan usia pensiun pada 60 tahun tapi biasanya juga menerima pengajuan pensiun dini pada usia 55 tahun. 

Saat pensiun, ada kemungkinan pendapatan bulanan sudah tidak akan ada lagi. Namun kita bisa memenuhi kebutuhan jika kita memiliki dana pensiun yang cukup. 

Dengan menyiapkan dana pensiun, kamu tidak akan membebani anak-anakmu kelak untuk menghidupimu. Hal ini dapat memutus mata rantai sandwich generation, generasi yang harus membiayai dirinya sendiri dan membiayai kebutuhan orang tua yang telah pensiun. 

Lalu bagaimana menyiapkan dana Pensiun?

Menabung

Menabung adalah salah satu hal yang paling mudah dilakukan untuk menyiapkan dana pensiun. Ketika terima gaji, kamu bisa langsung menyisihkan sebagian uangmu untuk mencicil dana pensiun.

Dengan adanya kebiasaan menabung, kamu juga akan belajar untuk menahan diri dari sifat boros. Kamu hanya akan membeli dan mengkonsumsi semua keperluan hidup secukupnya. 

Sayangnya hasil uang tabungan yang kamu simpan di bank tidak cukup untuk melawan laju inflasi. Hal ini berarti uang tabunganmu akan mendapatkan value lebih rendah di masa depan yang disebabkan inflasi. Jika gajimu sekarang sebesar Rp 5.000.000 dan cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, maka uang Rp 5.000.000 tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan harianmu di 5-10 tahun yang akan datang dengan standar yang sama.

Deposito

Selain menabung, kamu juga bisa berinvestasi melalui deposito. Deposito merupakan produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada kurun waktu tertentu.

Besaran bunga deposito biasanya lebih besar dari bunga tabungan pada umumnya. Hampir setiap bank yang legal di Indonesia memiliki fitur deposito. Setoran deposito setiap bank berbeda-beda tapi beberapa bank biasanya dimulai dari saldo 10 juta rupiah.

Walaupun bunga deposito lebih besar, jika dibandingkan dengan angka inflasi, value uangmu akan terus menurun karena inflasi dari tahun ke tahun. Selain itu, kamu tidak bisa mencairkan dana deposito kapanpun sebelum jatuh tempo. Sehingga, jika kamu butuh dana mendesak, deposito terasa kurang fleksibel.

Investasi Derivatif

Jika tabungan dan deposito tidak bisa membendung laju inflasi, maka kamu bisa mulai memikirkan untuk berinvestasi derivatif. 

Investasi derivatif merupakan investasi yang memperjualkan nilai suatu barang tanpa harus  memiliki barang tersebut dalam bentuk fisik. Misalnya saja derivatif emas. Kamu tidak perlu membeli emas dan menyimpannya dalam brankas, namun kamu dapat memperjualbelikan nilai emas melalui pasar derivatif dan mendapatkan profit dari selisih harga beli dan harga jual emas tersebut.

Investasi derivatif banyak jenisnya seperti emas, indeks, dan forex. Sama seperti investasi bursa lainnya, sebelum terjun ke dalam investasi derivatif kamu harus cermat memilih pialang yang terpercaya agar investasimu lebih aman dan legal di mata hukum.

Dengan memiliki investasi derivatif, kamu berpotensi untuk mendapatkan profit konsisten. Hasil profit inilah yang dapat kamu gunakan sebagai dana persiapan pensiun. 
Jika kamu masih ragu dengan investasi derivatif, kamu bisa mulai belajar dengan bergabung di forum dengan trader lainnya di sini atau mulai dengan membuka akun demo dengan kondisi pasar real dari Mentari Mulia Berjangka, broker resmi yang telah terdaftar di BAPPEPTI dan memiliki kerjasama dengan salah satu broker Hongkong.

Author: Novi R

Leave a Reply

6 + fifteen =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.