TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Mengenal Pola Dark Cloud Cover Penanda Bearish Reversal

Mengenal Pola Dark Cloud Cover Penanda Bearish Reversal

Posted by: Adi Kurniawan
Category: Business Insight

Mengamati pola-pola candlestick merupakan salah satu teknik analisis yang banyak digunakan trader ketika trading karena mudah digunakan. Banyak sekali jenis pola-pola yang dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai pola candle Dark Cloud Cover. 

Apa itu pola candle Dark Cloud Cover? Apa saja syarat-syarat pola ini bisa terbentuk? Untuk lebih jelasnya, yuk simak bahasan berikut ini!

Apa Itu Pola Dark Cloud Cover?

Pict by: Kumpultrader

Dark Cloud Cover merupakan salah satu dari sekian banyak jenis candlestick double. Disebut double karena pola ini tersusun atas dua candle yang berbeda, yaitu didahului satu candle Bullish kemudian dilanjutkan dengan satu candle Bearish.

Pola Dark Cloud Cover dapat terbentuk apabila Open candle kedua berada di atas Close candle pertama, kemudian Close candle kedua melewati Close candle pertama. Pola ini merupakan ini sering digunakan trader ketika trading sebagai pola penanda bearish reversal.

Proses Terbentuknya Pola Dark Cloud Cover

Pola Dark Cloud Cover dianggap valid apabila pergerakan harga pada candle kedua ditutup melewati setengah dari body candle pertama. Pola candle ini awalnya disebabkan oleh tekanan pembeli yang terlalu tinggi di pasar.

Para pembeli tersebut  banyak yang melakukan aksi buy sehingga membuat harga naik lebih tinggi dan membentuk suatu candle Bullish. Namun pada periode berikutnya, harga tidak dapat bergerak lebih tinggi lagi karena banyaknya tekanan dari penjual. Akibatnya, harga kemudian bergerak turun dengan volume yang sama seperti candle pertama.

Dengan kondisi tersebut, harga di pasar sedang mengalami kegagalan dalam menjaga momentum kenaikan. Hal ini bisa saja terjadi karena beberapa hal, seperti adanya berita-berita fundamental berdampak yang mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan.

Candle kedua yang merupakan candle Bearish menyebabkan penjual mengambil alih pasar dari kendali pembeli. Jadi dapat disimpulkan bahwa Dark Cloud Cover biasanya terjadi di akhir tren naik (Uptrend) yang panjang. Adanya candle Bearish yang mengikuti, menandai bahwa pola ini menandakan Bearish Reversal akan terjadi.

Syarat Terbentuknya Pola Dark Cloud Cover

Sebagaimana yang telah dibahas di atas, susunan dua candle dapat disebut sebagai pola Dark Cloud Cover apabila terdiri atas candle Bullish dan candle Bearish. Namun, kamu tetap perlu memerhatikan syarat-syarat lain agar pola ini lebih valid. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

1.   Dark Cloud Cover tersusun atas candle Bullish yang diikuti oleh candle Bearish, tidak terbalik atau tersusun dari dua jenis candle yang sama. Hal ini karena pola Dark Cloud Cover terbentuk dalam rangkaian tren naik (Bullish candle), kemudian muncul satu buah Bearish candle sebagai sinyal awal terbentuknya reversal.

2.   Ada jarak yang terbentuk antara level Open candle kedua dengan Close candle pertama. Syaratnya, harga pembukaan (Open) pada candle kedua harus lebih tinggi daripada harga penutupan (Close) candle pertama.

3.   Candle kedua ditutup melewati minimal setengah dari panjang body candle pertama (Bullish). Jika level Close pada candle kedua tidak sampai setengah body candle pertama, maka kedua candle tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pola Dark Cloud Cover.

Kamu juga dapat menggunakan indikator agar pola ini memiliki potensi keakuratan yang lebih besar, yaitu dengan cara menggunakan indikator untuk mengukur kekuatan momentum. Salah satu indikator yang populer digunakan untuk mengukur kekuatan momentum adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Melalui MACD, kamu dapat mengetahui apakah tren masih akan berlanjut atau akan segera berakhir. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai konfirmasi momentum jenuh jual (Oversold) dan jenuh beli (Overbought).

Range angka yang digunakan dalam RSI biasanya 30 (Oversold) atau 70 (Overbought). Jika ternyata harga yang ditunjukkan oleh indikator RSI menyentuh level Overbought, kemudian muncul candle dengan pola Dark Cloud Cover, maka bersiaplah untuk untuk melakukan Sell.

Nah, itulah pembahasan mengenai pola candle Dark Cloud Cover yang mungkin dapat menambah pengetahuan kamu serta dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan trading. Perlu diketahui, tidak ada strategi yang dapat memberikan potensi keakuratan 100 persen. Namun, kita tetap bisa menambah potensi keakuratan dengan melakukan usaha semaksimal mungkin. Yuk terus semangat!

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lain seputar trading, kamu dapat bergabung dengan forum traderhub. Di forum traderhub, kamu dapat berdiskusi dengan trader lainnya. Selain itu, kamu juga dapat belajar dan melihat analisis trading dari para analis internasional. Yuk klik di sini!

Author: Adi Kurniawan

Leave a Reply

seven + 2 =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.