fbpx
TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Mengapa Chaos Theory Tidak Pernah Berhasil?

Mengapa Chaos Theory Tidak Pernah Berhasil?

Posted by: Adi Kurniawan
Category: Business Insight

Sepintas, pasar cukup kacau, dan tentu saja sangat kompleks. Ini tampaknya sangat cocok untuk menerapkan Chaos Theory dan mencari tahu model matematika untuk menghasilkan pilihan pasar yang baik. Tapi, mengapa Chaos Theory justru tak pernah berhasil? Yuk simak!

Chaos Theory

Chaos Theory menggunakan sains mutakhir, dikombinasikan dengan hal-hal seperti algoritma dan kecerdasan buatan, untuk menghasilkan prakiraan. Namun, tidak ada satu pun miliarder yang berhasil menerapkan chaos theory ke pasar. Faktanya, matematikawan tidak selalu menjadi trader terbaik. Jadi apa yang sebenarnya terjadi?

Membongkar Chaos Theory

Chaos Theory adalah salah satu hal yang mungkin kamu ketahui tetapi belum dipelajari secara menyeluruh. Tidak apa-apa; tidak perlu mendapatkan gelar PhD dalam matematika untuk memahami hubungan (dan pemutusan) antara teori dan pasar.

Pada dasarnya, Chaos Theory menyatakan bahwa dalam sistem yang sangat kompleks dan saling berhubungan, apa yang tampak kacau, sebenarnya mengikuti suatu pola yang kompleks, dengan putaran umpan balik yang konstan.

Kebanyakan orang akrab dengan konsep “Butterfly Effect”, yang merupakan elemen dasar dari teori tersebut. Arti dari Butterfly Effect adalah bahwa perubahan awal yang kecil memiliki dampak besar pada hasil akhir karena mempengaruhi pola yang mendasarinya.

Butterfly Effect di Pasar

Menurut konsep Butterfly Effect, pasar umumnya tunduk pada dua faktor, yaitu:

  1. Sebuah penilaian rasional dari nilai aset.
  2. Respon emosional terhadap keadaan, baik di dalam maupun di luar pasar.

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut mengarah pada rantai kausalitas logis yang jelas deterministik, serta reaksi tidak logis yang sesuai dengan pola psikologis dan bukan finansial.

Hasil akhirnya adalah bahwa efek kecil pada salah satu faktor dapat membuat lingkaran umpan balik melalui yang lain, yang mengarah pada perubahan besar.

Misalnya, seorang trader mungkin memutuskan untuk pergi berlibur dan menjual aset untuk mendapatkan uang untuk tiket pesawat. Harga aset turun cukup untuk memicu stop loss yang telah terakumulasi pada angka bulat, karena angka bulat lebih mudah diingat.

Peningkatan penjualan yang tiba-tiba memotivasi trader lain untuk menjual, sehingga menciptakan lingkaran umpan balik.

Bagaimana Kita Bisa Memprediksi Ini?

Itulah masalahnya.

Ada begitu banyak data yang tersedia di pasar, sehingga tidak ada sistem yang dapat memproses semuanya menjadi satu algoritma. Seperti dengan cuaca, kita dapat memprediksi cuaca dengan cukup akurat dalam waktu yang relatif singkat karena kita memodelkan beberapa umpan balik di masa lampau. Misalnya, jika mendung maka akan terjadi hujan.

Tetapi pada faktanya tidak semua mendung menghasilkan hujan, semakin banyak keacakan cuaca yang mungkin timbul. Dan “kesalahan” kecil menumpuk menjadi ketidakakuratan. Dengan demikian, kita dapat menggunakan Chaos Theory untuk mengembangkan beberapa model, yang dapat meningkatkan akurasi prediksi pasar selama periode waktu tertentu.

Namun, tidak mungkin membangun AI yang dapat memodelkan keadaan emosi orang. Oleh karena itu, algoritma yang sempurna untuk memprediksi pasar tidak mungkin ada. Dan bahkan ketika suatu algoritma diterapkan ke pasar, itu menjadi bagian dari kekacauan juga, mengubah dinamika pasar lagi.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengapa chaos theory tidak pernah berhasil. Pada dasarnya, kita dapat menyempurnakannya dengan mengembangkan beberapa strategi sesuai dengan gaya trading kita. Bagi kamu yang ingin belajar lebih lanjut, yuk gabung di forum traderhub.

Di forum traderhub, mentor profesional kami selalu siap memberikan bimbingan dan edukasi melalui kelas trading atau private consultation yang tentunya GRATIS! Selain itu, juga terdapat rekomendasi sinyal trading harian dari para analis internasional. Untuk itu, yuk gabung dengan klik di sini.

Author: Adi Kurniawan

Leave a Reply

six − 4 =

  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.