TraderHUB > Entertainment > Business Insight > Hindari 5 “O” dalam Trading Forex, Apa Maksudnya?

Hindari 5 “O” dalam Trading Forex, Apa Maksudnya?

Posted by: Adi Kurniawan
Category: Business Insight

Dalam trading forex, kesuksesan dapat diraih dengan kedisiplinan terhadap manajemen risiko yang baik. Meskipun begitu, untuk menjadi trader sukses, manajemen psikologi juga tak boleh diremehkan. Psikologi sangat berperan besar dalam kesuksesan trading. Seorang trader dapat mengalami kegagalan jika tidak dapat mengatur psikologi “O” dengan baik.

Penyakit-penyakit psikologis trader bisa bermacam-macam bentuknya. Dilansir dari Baby Pips, setidaknya ada lima “O” paling mematikan dalam trading forex yang wajib dihindari oleh trader agar tidak mengalami kegagalan trading. Apa saja 5 “O” tersebut? Yuk simak pembahasan di bawah ini.

Overtrading = Trading Berlebihan

Setiap trader tentunya menginginkan profit yang besar saat trading. Hasrat ingin mendapatkan profit ini terkadang membuat trader tersebut menjadi “gelap mata”. Trader biasanya terlalu memikirkan bagaimana caranya mendapatkan profit yang besar tanpa memikirkan bagaimana caranya untuk mempertahankan dana.

Jika trader tidak dapat mengendalikan hasrat untuk mendapatkan profit besar ini, trader pasti akan selalu terobsesi untuk membuka banyak posisi tanpa mempertimbangkan banyak hal. Mungkin satu atau dua kali bisa berhasil, namun jika kebiasaan ini diteruskan akan mengakibatkan potensi kerugian besar yang bisa datang kapan saja.

Oleh karena itu, kita sebagai trader sebaiknya dapat menahan hasrat untuk mendapatkan profit besar ini. Hal ini sangat berguna untuk menjalankan trading agar tetap disiplin. Fokuslah bagaimana cara mempertahankan dana, dengan begitu profit akan datang dengan sendirinya.

Overconfidence = Terlalu Percaya Diri

Percaya diri memang penting dimiliki oleh seorang trader agar trading yang dilakukan tanpa keraguan. Namun, jika terlalu percaya diri juga dapat berpotensi menyebabkan kegagalan trading. Umumnya sikap terlalu percaya diri ini lahir karena profit yang terus datang secara berkelanjutan.

Seorang trader cenderung akan meremehkan jika telah mendapatkan profit berulang kali dan tidak memedulikan lagi strategi-strategi yang dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, sebanyak apa pun kita meraih profit, jangan pernah menyombongkan diri dan menyepelekan pasar. Pasar sangat fluktuatif, sehingga perubahan bisa saja terjadi kapan saja.

Over Leveraging = Terlalu Meremehkan Leverage

Leverage adalah fitur yang ditawarkan oleh pialang untuk menjangkau trader bermodal kecil. Leverage sangat berguna bagi trader untuk menjangkau transaksi berkali-kali lipat dari modal yang dimiliki, sehingga trader memiliki potensi profit lebih besar dari modal yang dimiliki.

Namun, leverage sebaiknya digunakan dengan bijak sesuai dengan profil manajemen risiko yang dimiliki trader. Jangan sampai leverage ini justru menjadi “pembunuh” modal. Hal tersebut bisa saja terjadi jika seorang trader menggunakannya secara berlebihan tanpa memerhatikan manajemen risiko. Oleh karena itu, gunakanlah leverage dengan bijak dan jangan pernah meremehkannya.

Overexposure = Terlalu Banyak Ambil Risiko

Seorang trader ketika menjalankan trading memang harus berani mengambil risiko. Namun, semua risiko yang diambil haruslah berdasarkan pertimbangan atau perhitungan yang matang. Sebaiknya jangan pernah mengambil risiko jika belum memiliki pertimbangan-pertimbangan tersebut.

Trading dilakukan berdasarkan analisis dan data-data yang ditemukan. Jika trader tidak memiliki data atau dasar analisis yang kuat sebelum open posisi, sebaiknya jangan pernah untuk mengambil risiko dengan mencoba peruntungan. Hal tersebut dikarenakan trading bukanlah judi yang mengandalkan peruntungan semata.

Overriding Stops = Terlalu Banyak Mengubah Stop Loss

Dalam trading, stop loss sangat berperan penting untuk membatasi toleransi kerugian yang bisa diterima. Stop loss merupakan salah satu rencana trading yang sebaiknya dibuat sebelum melakukan open posisi.

Jika seorang trader sudah membuat rencana trading beserta besaran stop loss di dalamnya, cobalah untuk mematuhi rencana dan stop loss yang sudah dibuat. Jangan menganggap remeh dengan mengubah-ubah besaran stop loss. Hal ini bisa saja mengacaukan psikologi dan rencana trading bisa saja berantakan.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengapa trader harus menghindari 5 “O” dalam trading. Pembahasan tersebut mungkin dapat berguna untuk kamu agar lebih berhati-hati dalam menjalankan trading agar dapat mencapai kesuksesan trading. Yuk terus semangat!

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lain seputar trading, kamu dapat bergabung dengan forum traderhub. Di forum traderhub, kamu dapat berdiskusi dengan trader lain. Selain itu, kamu juga dapat belajar dan melihat analisis trading dari para analis internasional. Yuk klik di sini!

Author: Adi Kurniawan

Leave a Reply

four × one =

×
×
×
  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.