TraderHUB

Fed Berencana Tapering di November, Apa Itu Tapering?

apa itu tapering

Share This Post

Akhir-akhir ini isu tapering merupakan isu hangat yang selalu diawasi oleh para pelaku pasar. Terlebih, pada Kamis dini hari (23/9) tadi, The Fed mulai memberikan kejelasan mengenai waktu pelaksanaan tapering. Nah, sebenarnya apa itu tapering? Jika Anda ingin mengetahui segala informasi tentang tapering, yuk simak artikel di bawah ini!

Apa Itu Tapering?

Tapering adalah pengurangan bertahap atas pembelian aset skala besar yang dilakukan oleh The Fed. Seperti yang kita tahu, bahwa Amerika saat ini sedang menjalankan kebijakan pelonggaran moneter atau Quantitative Easing (QE) dengan membeli obligasi dan menyuntikkan stimulus moneter ke dalam perekonomian.

Namun, ekonomi saat ini perlahan mulai pulih, sehingga banyaknya uang yang beredar dan aktivitas ekonomi yang telah meningkat menyebabkan inflasi. Inflasi saat ini telah meningkat ke level tertinggi multi-tahun. Oleh karena itu, untuk mencegah inflasi, Bank sentral harus mengurangi pasokan uang dari perekonomian.

Ketika inflasi tinggi, salah satu langkah bank sentral untuk mengatasi ini adalah dengan melakukan pengetatan moneter. Pengetatan moneter dilakukan dengan perlahan mengurangi stimulus moneter atau perlahan mengurangi pembelian obligasi. Istilah pengetatan moneter inilah yang disebut dengan tapering.

Apakah Tapering Pernah Terjadi?

Pertama kali Federal Reserve memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasi (tapering) adalah setelah dampak krisis keuangan global tahun 2007 mereda. Ekonomi AS telah pulih pada 2010 dan The Fed mulai mempertimbangkan untuk memperketat kebijakan moneter pada akhir 2013.

Namun, pada saat itu, investor global tidak mengetahui keputusan The Fed. Ketua Fed saat itu, Ben Bernanke, secara mengejutkan mengabarkan ke publik secara tiba-tiba bahwa mereka akan menurunkan laju pembelian obligasi dalam beberapa pertemuan berikutnya.

Sontak, pasar langsung mengalami gejolak. Indeks di Wall Street langsung ambruk, imbal hasil obligasi melonjak, dan pasar mata uang menjadi kacau. Peristiwa ini disebut dengan taper tantrum, yang merupakan masa kelam pasar finansial di tahun 2013.

Pada saat itu, pasar obligasi mendorong Imbal hasil obligasi 10-tahun dari 1,94 persen pada 21 Mei, menjadi 2,03 persen pada 22 Mei 2013. Kemudian, setelah pertemuan FOMC Juni, Bernanke menguraikan rencana pengurangan dan imbal hasil naik lebih substansial hingga mencapai 2,96 persen pada 10 September.

Peristiwa ini terjadi meskipun ada upaya Bernanke dan anggota FOMC lainnya untuk menekankan bahwa setiap pengurangan pembelian aset akan dilakukan secara bertahap. Di balik polemiknya kebijakan ini, sebenarnya dampak taper tantrum terhadap perekonomian AS relatif ringan, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,6 persen pada tahun 2013 (berdasarkan Q4/Q4).

Namun, peristiwa itu memiliki efek yang lebih besar pada pasar keuangan di luar Amerika, di mana peningkatan hasil obligasi mendorong arus keluar modal dan depresiasi mata uang, terutama di pasar negara berkembang seperti Brasil, India, Indonesia, Afrika Selatan, Turki, dan lain-lain.

Kapan Tapering Akan Dilakukan Kembali?

Isu tapering akan “dilakukan kembali” merupakan isu yang masih terus diperbincangkan, bahkan sudah menjadi topik hangat dari beberapa bulan ke belakang. Hal tersebut dikarenakan The Fed kini harus lebih berhati-hati menentukan kebijakan ini agar tidak terulangnya peristiwa taper tantrum.

Setelah melewati beberapa kali rapat FOMC, akhirnya The Fed memberikan kejelasan tentang jadwal tapering pada FOMC yang diselenggarakan Kamis dini hari tadi (23/09). Jerome Powell mengatakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed dapat memulai pengurangan program pembelian obligasi atau tapering pada November tahun ini dan menyelesaikan prosesnya pada pertengahan 2022.

Powell menjelaskan bahwa langkah bank sentral AS untuk perlahan mengurangi stimulus moneter ini dapat dilakukan segera setelah pertemuan kebijakan berikutnya, yaitu pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 2-3 November 2021.

Namun, lagi-lagi ia masih bersikap akomodatif seperti biasanya. Powell mengungkapkan tetap membuka kemungkinan untuk menundanya lebih lama jika diperlukan. Terlebih, Powel juga menekankan bahwa tapering bukanlah sinyal langsung mengenai waktu kenaikan suku bunga.

“Waktu dan kecepatan pengurangan pembelian aset yang akan datang tidak akan dimaksudkan untuk membawa sinyal langsung mengenai waktu kenaikan suku bunga,” ujar Jerome Powell setelah pertemuan FOMC.

Tapering: Peluang Emas Raih Cuan

Beberapa informasi mengenai tapering di atas tentunya dapat menambah pengetahuan Anda mengenai berita terkini di pasar. Momen ini adalah saat yang tepat untuk kita mencari peluang keuntungan pada instrumen investasi derivatif.

Segera berinvestasi bersama kami sekarang untuk memanfaatkan momen ini! Para profesional kami akan selalu siap memberikan edukasi dan berita-berita pasar terupdate kepada Anda agar peluang-peluang di pasar tidak terlewatkan.

Tak hanya itu, terdapat juga sinyal trading dari para analis profesional yang tersebar dari berbagai negara. Untuk itu tunggu apalagi? Segera berinvestasi bersama kami dan raih berbagai macam manfaatnya! Untuk buka akun, silakan klik di sini.

More To Explore