fbpx

COVID-19

TraderHUB > Entertainment > Corona > Cara Melawan Berita Hoax Di Tengah Krisis COVID-19

Cara Melawan Berita Hoax Di Tengah Krisis COVID-19

Posted by: Belinda Halim
Category: Corona, Lifestyle
Melawan Berita Hoax Di Tengah COVID-19

Di era banyaknya berita hoax hari ini, sangat penting untuk dapat memverifikasi dan memeriksa secara efektif keakuratan informasi yang kita peroleh karena informasi yang salah dan disinformasi dapat menyebabkan kekacauan yang sebenarnya tidak diperlukan.  Sekarang Covid-19 telah menjadi pandemi, semua orang membicarakannya, baik itu di grup WhatsApp, di seluruh media sosial seperti Twitter, Instagram, YouTube, dan itu membanjiri  berita di mana-mana. Berita hoax berkaitan dengan Covid-19 sudah terlalu banyak, sehingga menyulitkan orang untuk menemukan sumber yang dapat dipercaya dan panduan yang dapat diandalkan ketika mereka membutuhkannya.

Mengirimkan Pesan
Credit Source: https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/08/28/420217/670x335/aplikasi-chatting-buat-manusia-lebih-baik-atau-buruk.jpg

Mengapa Orang Mudah Tertarik untuk Berita Hoax?
Profesor MIT berpendapat bahwa informasi yang salah bermula pada satu hal yang sederhana, dan itu adalah mental yang bermalas-malasan serta diperburuk dengan media sosial. Berita hoax lebih banyak didorong oleh pemikiran manusia yang malas serta orang-orang tidak banyak menghindari pemikiran kritis sehingga menciptakan lingkaran umpan balik di mana orang-orang kian menjadi lebih buruk dalam mendeteksi penerimaan informasi yang salah. Lainnya mungkin berpendapat bahwa pemikiran dan penalaran kritis, pada kenyataannya, menyebabkan orang bingung dalam membedakan informasi yang benar dan hoax. Dalam dunia media sosial yang serba cepat ini, sangat sulit untuk membedakan berita hoax karena banyak fitur media sosial yang tidak dirancang untuk mendorong pemikiran kritis.

Di Indonesia, ada sekitar 196 hoax yang terkait dengan penyebaran Covid-19 pada hari Kamis, 12 Maret, dan daftar berita hoax dan kontra-narasi yang telah diposting di situs web kementerian, menurut laporan dari Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate. Tantangan yang paling signifikan adalah untuk mengurangi penyebaran disinformasi, terutama di media sosial karena orang-orang sering berbagi berita hoax jauh lebih banyak daripada fakta. Pada saat berita hoax itu ada di skala global, mungkin sudah terlambat untuk menghapusnya.

Melawan Berita Hoax
Credit Source: https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1521803465/1521803463236_uk9p3f_lpd293.jpg

Inilah Yang Dapat Anda Lakukan untuk Mengidentifikasi Berita Hoax

Anda tidak harus menjadi jurnalis profesional atau pemeriksa fakta untuk menemukan berita hoax. Berhenti dan pikirkan terlebih dahulu, jangan buru-buru meneruskan posting dan pesan tanpa melakukan verifikasi.  Pertimbangkan sumbernya, dan tanyakan pada diri Anda beberapa informasi dasar dari mana informasi itu berasal. Ketika berbicara tentang berita hoax, biasanya itu tidak terdapat nama penulis, dan di situlah Anda dapat berhenti.

Perhatikan detail seperti keseluruhan desain informasi karena penampilan bisa menipu. Tanyakan lagi pada diri Anda sendiri apakah ini tampak seperti platform berkualitas tinggi yang berisi berita yang dapat dipercaya. Jika Anda tidak yakin tentang hal itu, cukup jelajahi lebih banyak informasi online untuk mengecek semuanya. Situs berita hoax sering terlihat amatir, memiliki banyak iklan yang mengganggu dan menggunakan gambar yang diubah atau dicuri. Perhatikan juga URL apakah itu sah atau tidak. Banyak URL berita hoax terlihat aneh dan berakhir dengan “.com.co” atau “.lo”, misalnya, abcnews.com.co untuk meniru situs berita terkenal.

Membaca Berita HOAX
Credit Source: https://cdn.amarbank.co.id/AmarBlog/uploads/2018/08/06142929/sinyal-cowok.jpg

Waspadalah terhadap pos yang bersifat emosional karena emosi memicu berita hoax! Ketika Anda melihat sesuatu yang membuat Anda sangat bahagia, sangat sedih atau marah, itu mungkin bermain dengan emosi Anda untuk menipu reaksi Anda. Pikirkan tentang bias Anda, apakah Anda membedakan sesuatu karena Anda tahu itu benar, atau hanya karena Anda suka dan setuju dengannya? Yang paling penting, jika Anda ragu dengan berita tersebut, jangan dibagikan! Jangan meneruskan hal-hal yang mungkin itu tidak benar.

Author: Belinda Halim

Leave a Reply

18 + eleven =

  • Sign Up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.