TraderHUB

Apa Itu CPI (Consumer Price Index) dalam Forex?

Share This Post

Data CPI terbilang cukup menyeramkan dan selalu dinanti-nanti oleh trader. Data ini umumnya memberikan efek volatilitas yang besar di pasar. Sebenarnya apa itu CPI? Apa pengaruh CPI dalam forex? Untuk lebih jelasnya, yuk baca artikel di bawah ini!

Apa Itu CPI (Consumer Price Index)?

CPI  (Consumer Price Index) dalam bahasa Indonesia disebut dengan Indeks Harga Konsumen.  CPI (Consumer Price Index) merupakan data yang menunjukkan tingkat inflasi suatu negara. Data CPI merupakan indikator untuk menilai perubahan rata-rata atas suatu harga barang dan jasa, yang dihitung melalui pemantauan terhadap perubahan harga di setiap barang & jasa tersebut.

Umumnya data CPI diterbitkan satu bulan setelah dilakukan penilaian. Dengan kata lain, data yang diterbitkan pada bulan ini merupakan hasil dari penilaian CPI di bulan sebelumnya. Kemudian, data tersebut akan dikumpulkan untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi setiap tahun.

Data CPI merupakan salah satu data yang digunakan sebagai indikator ekonomi, sehingga data ini merupakan tolok ukur efektivitas kebijakan ekonomi pemerintah. Dengan kata lain, nilai inflasi yang terjadi pada suatu negara bisa berdampak terhadap kebijakan fiskal pada negara tersebut.

Meskipun umumnya data CPI diumumkan tiap bulan, akan tetapi ada beberapa negara yang memilih untuk mengumumkan data CPI ke publik setiap tiga bulan sekali. Negara-negara tersebut seperti Australia dan Selandia Baru.

Barang dan Jasa yang Dapat Diukur CPI

Ada beberapa kategori barang dan jasa yang dapat diukur dengan Consumer Price Index (CPI), seperti bahan pokok bangunan perumahan, makanan dan minuman, transportasi, kesehatan, pakaian, hiburan dan rekreasi, Pendidikan dan komunikasi, dan lain-lain.

Jenis Data CPI

CPI terdiri dari dua jenis, yaitu data inflasi CPI Core dan CPI Headline.

Data CPI Headline memuat berbagai informasi mengenai perubahan keseluruhan harga yang di dalamnya terdapat harga energi, harga bahan bakar, harga makanan, dan harga-harga lain yang bersifat fluktuatif. Sedangkan data CPI Core memuat berbagai informasi tanpa meliputi harga energi, makanan, dan harga-harga lain yang bersifat fluktuatif.

Data inflasi headline umumnya bersifat lebih fluktuatif karena inflasi headline mencakup keseluruhan informasi dan dapat memprediksi inflasi core. Inflasi headline didesain agar dapat menjadi tolok ukur terbaik atas inflasi, dan menjadi acuan Bank Sentral dalam mengambil kebijakan moneter.

Dampak CPI dalam Forex

CPI merupakan data yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan pair mata uang di pasar forex. Umumnya, data CPI yang paling disorot adalah data CPI Amerika Serikat.

Secara umum, jika CPI Amerika naik, maka itu menandakan bahwa inflasi di Amerika sedang naik.  Sehingga, hal ini akan berdampak pada pelemahan mata uang USD karena nilainya yang semakin menurun. Sebaliknya, jika CPI Amerika turun, maka menandakan bahwa inflasi Amerika mengalami penurunan. Sehingga, hal ini akan berdampak pada penguatan USD.

Namun, di tengah polemik mengenai kebijakan tapering atau pengetatan moneter yang ramai saat ini, umumnya kenaikan CPI AS akan menyebabkan USD menguat. Hal tersebut dikarenakan para pelaku pasar menilai bahwa inflasi yang tinggi akan memberikan dorongan kepada the Fed untuk lebih awal mempercepat tapering atau menaikkan suku bunga.

Nah, itulah beberapa pembahasan mengenai CPI atau data inflasi yang sangat penting diketahui oleh trader. Data ini memberikan dampak yang cukup besar di pasar forex dan dapat Anda jadikan pertimbangan arah trading Anda.

Jika Anda ingin mengetahui peluang melalui data-data penting lain, jangan sungkan untuk menghubungi para profesional TraderHUB. Para profesional kami akan selalu siap memberikan edukasi dan bimbingan dengan sepenuh hati.

Selain itu, terdapat juga analis profesional dari berbagai negara yang selalu memberikan sinyal trading harian dan berita-berita pasar terupdate. Untuk itu, tunggu apalagi? segera berinvestasi bersama kami sekarang dengan klik di sini.

More To Explore